Minggu, 25 Desember 2016

Keinginanku.... Harapanku..

Sulitkah keinginanku ini?.....
Aku hanya ingin suami yang sholeh...
Suami yang menghargai usahaku..
Usaha kecilku... Maupun usahaku yang besar...
Aku tidak ingin harta yang banyak..
Aku tidak menuntut hal dunia..
Aku hanya menuntut hal akhirat..
Aku hanya ingin yang bisa membimbingku menuju surga...
Terlalu sulit kah??... 😢😢😢

Jumat, 02 Desember 2016

Hope

Harapan yang mampu membuat seorang manusia bertahan hidup didunia yang sebentar ini...

Harapan akan Allah...
Harapan akan kebahagiaan...
Harapan akan cinta...
Harapan akan keluarga...
Harapan akan harta...
Harapan akan balas dendam...
Harapan akan amarah...
Harapan....
Harapan yang baik..
Harapan yang buruk...

Harapan

Selasa, 22 November 2016

Hilang.. Hilang.. Hilang...

Bisa kah luka ini hilang?...
Bisa kah memori ini hilang?...
Bisa kah sakit ini hilang?...
Bisa kah trauma ini hilang?...

Ini sudah mau setahun..  Tapi rasanya baru kemarin..
Ini sudah mau setahun..  Tapi sakitnya masih terasa...
Ini sudah mau setahun..  Tapi kenapa memori ini begitu jelasnya di otak?...

Ini sudah setahunn..
Ini sudah setahun...  Inj sudah setahunn...
Tapi kenapa rasa dingin pistolnya masih terasa dipelipis aq?..

Senin, 21 November 2016

Kisah Almarhum Sri Sultan Hamengkubuwono IX

Kisah Almarhum Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sikap Terhadap Etnis Tionghoa

Bagi warga DI Yogyakarta yang usia diatas 50 tahun, tentu bisa mengenang kiprah almarhum Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Beliau adalah Raja Kasultanan Yogyakarta, Kepala Daerah DIY, mantan Wakil Presiden RI, pejuang dan pahlawan negara. Ini adalah ayah dari Sri Sultan HB X yang saat ini memerintah.

Almarhum Sultan HB IX dikenal sebagai pemimpin yang amat sangat merakyat dan dicintai rakyat. Beliau sering blusukan ke pasar-pasar bukan untuk cari dukungan, tapi ingin membantu warga miskin. Beliau sudah kaya dan terhormat dari lahir sehingga tidak butuh pencitraan. Sejarah mencatat, beliau punya peran besar dalam kemerdekaan RI dan upaya mempertahankan kemerdekaan. Sampai-sampai beliau dan Bung Karno berinisiatif memindahkan ibukota ke Jogja untuk mempertahankan kemerdekaan, serta beliau membangunkan gedung Istana Negara di Yogyakarta (sampai sekarang masih ada gedungnya, disamping Malioboro, seberang Benteng Vredeburg).

Sejarawan mencatat, beliau beberapa kali ditawari menjadi Presiden dan beberapa kali berkesempatan menjadi Presiden tapi beliau tidak mau. Beliau hanya sekali menjadi Wapres (jaman Soeharto) dan itupun hanya satu periode dan setelah itu tidak mau lagi dipilih.

Kecintaan warga DIY terhadap almarhum sangat tinggi. Wajar ketika beliau wafat tahun 1988, sepanjang jalan dari Keraton hingga Imogiri Bantul (tempat pemakaman) dijejali para pelayat. Diatas 500 ribu pelayat. Guiness Book Of International Record mencatat peristiwa itu sebagai jumlah pelayat terbanyak di dunia yang pernah ada. Koran dan media besar nasional pun menjadikannya sebagai topik bahasan utama: perginya pemimpin besar, pembela rakyat nan sejati.

Yang menarik dari beliau ialah sikapnya terhadap warga keuturuan Tionghoa. Belau orang yang sangat humanis dan tidak membeda-bedakan, namun urusan kebijakan pemerintahan beliau sangat tegas. Salah satu aturan peninggalan beliau ialah melarang warga keturunan Tionghoa untuk memiliki tanah di Jogjakarta, dalam artian tanah sebagai hak milik. Warga keturunan hanya boleh punya Hak Pakai atau Hak Guna Bangunan. Aturan ini sampai sekarang masih berlaku di DIY, dan ini salah satu keistimewaan DIY.

Aturan itu lahir karena ada sejarahnya. Yakni pada saat tahun 1948, atau tahun-tahun saat mempertahankan kemerdekaan RI, sejarah mencatat bahwa etnis Tionghoa lebih memilih membantu pasukan Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia ketimbang ikut berjuang bersama elemen bangsa lainnya untuk mengusir Belanda. Dalam sejarah, ini dicatat sebagai Agresi Militer II Belanda, yakni Desember 1948. Saat itu komunitas Tionghoa yang ada di Jogja justru berpihak dan memberikan sokongan ke Belanda yang sebelumnya sudah menjajah Indonesia 350 tahun.

Sejak itulah Kanjeng Sultan Hamengkubuono IX kemudian mencabut hak kepemilikan tanah terhadap etnis Tionghoa di Yogyakarta. Tahun 1950, ketika NKRI kembali tegak dan berhasil dipertahankan dengan keringat dan darah, komunitas Tionghoa akan eksodus dari Yogyakarta. Namun Kanjeng Sultan HB IX masih berbaik hati dan menenangkan ke mereka bahwa meskipun mereka telah berkhianat kepada Negeri ini tetapi tetap akan diakui sebagai tetangga. "Tinggallah di Jogja. Tapi maaf, saya cabut satu hak anda, yaitu hak untuk memiliki tanah".

Itulah kenapa hingga sekarang ini pengusaha Tionghoa tidak punya hak milik atas tanah di berbagai pusat bisnis di kota Jogja. Mereka hanya bisa punya hak guna atau hak pakai sampai jumlah tahun tertentu. Hal ini diperkuat bahwa pada 1975, Paku Alam VIII menerbitkan surat instruksi kepada bupati dan wali kota untuk tidak memberikan surat hak milik tanah kepada warga negara nonpribumi. Surat ini masih berlaku.

Surat instruksi tersebut mengizinkan warga keturunan memiliki tanah dengan status hak guna bangunan (HGB), bukan hak milik (SHM). Bila tanah tersebut sebelumnya dimiliki pribumi, lalu dibeli warga keturunan, maka dalam jangka tahun pemakaian tertentu tanah itu status kepemilikannya dialihkan pada negara.

Kalangan investor dan cukong sudah beberapa kali menggugat aturan itu dan mengadukan hal itu ke Presiden. Dalihnya ialah aturan itu dianggap rasis dan tidak adil. Para penggugat itu biasanya menyuruh dan mendanai LSM. Namun oleh Mahkamah Agung tetap tidak dikabulkan karena hal itu bagian dari keistimewaan DIY.

Begitulah almarhum Sri Sultan HB IX yang visioner, tahu bagaimana mencintai dan menjaga negerinya. Beliau tahu bagaimana berbuat baik kepada sesama dan mengambil pelajaran dari berbagai kejadian/sejarah. Setiap membaca biografi beliau saya selalu terharu, merindukan pemimpin berkharisma, tidak ambisi kekuasaan dan harta, mencintai rakyatnya dengan tulus bukan karena pencitraan, dan hidupnya penuh kesederhanaan.

Semoga Sang Pencipta memuliakan kubur beliau, mengampuni segala dosanya dan menerima semua amal kebaikannya. Aamiiin !!

Dreamer

Maybe i'm a dreamer..
Maybe this is it only my dream..
Maybe...  I'm live in a dream..

It's feels like beautiful.. 

Melayang... 
Seperti melayang..
Hanya mimpi..  Bisa kah menjadi nyata?
Bisa kah?
Harapan kosong kah?
Tak tau kah luka ini begitu dalamnya?

Selasa, 25 Oktober 2016

Sharing ilmu

Pengetahuan... Informasi... Ilmu.... Itu gratis...
Ada yg bilang semua itu mahal atau ada harganya... Tapi semua itu gratis... Gratis dari Allah subhanahuwata'ala...
Kalau ada yang bilang, buktinya kita harus bayar ini itu buat mendapatkan semua itu.... Coba kita tanya.... Uang buat bayarnya dari mana?? Dari Allah kan?? Uang termasuk salah satu rezeki kan? Allah yang memberikan rezeki uang, Allah yang membiayai kita untuk mendapatkan informasi itu.... Trus kita bayar dimnanya?? Gratis bukan? 😅😅😅😅😅

#mikirgajelaslagi

Sabtu, 06 Agustus 2016

Bagaimana?

Salahkah apa yang aku pilih?
Salahkah aku memilih ibuku yang sudah tua dan adikku yang autis?
Salahkah aku melepaskan suami yang bagiku bukan imam yang baik untuk aku dan icha?
Salahkah aku melepaskan suami yang tidak menghargai ibu dan adikku?
Jangankan menghargai mereka, akupun tidak dihargainya...
Haruskah aku mati didalam pernikahan itu?
Haruskah aku korbankan masa depan icha, ibuku dan adikku?
Haruskah aku korbankan mereka hanya untuk seorang laki2 yang menyia-nyiakan mereka?
Apa yang tersisa jika aku tetap bertahan?
Terakhir kalinya aku bertahan, aku typus selama 3 minggu, icha selama 2 minggu...
Bertahan hidup sendiri tanpa dia peduli sama sekali...
Tidak kedokter, apalagi dirawat di rumah sakit...
Tidak dirawat, apalagi di sediakannya makanan...

Tetapkah aku salah meminta cerai? Demi imanku, demi ichaku, demi ibu dan adikku?

Sakit... Harapan... Waktu

Ketika aq berfikir aq baik baik saja, ketika aq berfikir aq bisa bertahan, ketika aq berfikir aq tidak akan memikirkan, ketika aq berfikir melupakan rasa itu, ketika aq berfikir aq meletakkan jauh rasa itu didasar otakq.... Ketika aq berfikir aq bisa melakukannya...

Tapi ternyata aq tidak bisa melupakan rasa itu, aq tidak bisa menghilangkan trauma itu.... Masih banyak rasa takut, masih banyak rasa trauma.... Mudah untuk mengucapkan jangan takut, kita harus maju, kita lupakan.... Tapi sulit... Susah... Terlebih untuk mempercayai lagi, merasakan lagi.... Itu susah.... Perasaan sayang... Perasaan menyayangi masih tersimpan erat didalam peti, jauh didalam hati.... Takut untuk dibuka lagi, takut untuk percaya lagi, takut untuk memulai hubungan lagi, takut berhubungan lagi.... Takut...

Didalam hati masih banyak tersimpan harapan... Harapan... Harapan...
Sebegitu sakitnya luka ini, sebegitu dalamnya luka ini, sebegitu beratnya untuk bangkit, sebegitu mudahnya untuk menyerah...

Waktu kah yg dapat menyembuhkan?
Seberapa banyak waktu yg dibutuhkan hati ini... Selamanya kah? Apakah itu artinya aq tidak bisa percaya lagi...

Minggu, 10 Juli 2016

Pilihan hidup

Sebegitu tabu nya kah jika seorang wanita meminta cerai pada suaminya?
Sebegitu hina nya kah jika seorang wanita ingin lepas dri cengkraman suaminya?
Ku hanya ingin menyelamatkan anakku
Ku hanya ingin ketenangan menjalani ibadah
Ku hanya ingin lebih dekat denganNya
Ku hanya ingin menebus kelalaianku selama hampir 8 tahun ini...

Ku hanya ingin menyelamatkan hidupku yang menurutnya hina

Pilihan hidupku...
Ku yang terlahir di keluarga broken home
Ku yang selalu melihat mereka bertengkar
Ku yang selalu melihat barang dihancurkan, diterbangkan..
Ku yang sembunyi dibawah tempat tidur

Kau, suamiku... Yang suka membalikkan fakta
Kau, suamiku... Yang seharusnya membimbing aku dan icha ke surga bukan ke neraka
Kau, suamiku.... Yang semestinya lebih bijaksana
Kau, suamiku.... Tidak seharusnya melemparkan semua tanggung jawab jiwa ini padaku...

Kau, suamiku...
Semoga Allah membuka kembali kedua matamu yang telah gelap oleh dunia

Kau, suamiku...
Semoga kau lebih menghargai pasangan hidupmu yang baru nanti....
Jangan kau sia-siakan seperti kau sia-siakan aku dan icha...

Senin, 04 Juli 2016

Sakit

Banyak yang difikirkan...
Banyak rasa sakit
Banyak rasa kecewa...

Mudahnya lidah yang terbiasa memutar balikkan fakta...
Mudahnya lidah yang terbiasa berbohong..
Mudahnya lidah berkata-kata...

Senin, 22 Februari 2016

Terbukanya mataku

Alhamdulillah...
Diwaktu sakitku kemarin Allah swt sudah membuka kedua mataku...
Allah swt menunjukkan mana orang-orang yang sayang denganku dari hatinya, sayang padaku dengan tulus dan mana orang-orang yang bilang sayang padaku hanya dimulutnya saja...

Bismillah.. Semoga langkahku kedepan, keputusanku kedepan, diridhoi Allah, dimudahkan Allah... Dibantu Allah swt...